Api di Bukit Menoreh


Seri IV-100

Membangun Armada Laut

Yang Kuat bagi Mataram

Oleh Ki Agus S. Soerono

SETELAH berulang-ulang menekuni kemampuannya yang baru dalam ilmu meringankan tubuh, maka Ki Tumenggung Untara pun kemudian beristirahat sejenak. Ia duduk bersila di atas batu pipih yang berbentuk seperti meja di tengah ruangan gua itu. Tangannya bersedakep.

Lalu ia memusatkan  nalar budinya dan mengenali arus peredaran darahnya serta detak urat nadinya. Hal itu dilakukannya berulang-ulang, sehingga  pada gilirannya  terasa suatu hawa murni yang  bergerak dari lubang hidungnya,  mengalir ke bawah, ke paru-paru, ke jantung, ke bawah perut, bergerak ke atas ke kepala sampai ujung rambut. Kemudian turun lagi ke bawah sampai ke ujung jari kakinya. Semua pergerakan hawa murni itu terus diamati dan dikendalikanya.

Lihat selengkapnya di matarambinangkit.com

1 Komentar (+add yours?)

  1. ajie san
    Feb 11, 2010 @ 12:44:04

    semakin mantap saja..
    maturnuwun…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: