Api di Bukit Menoreh

Seri V-02 (revisi + tambahan)
Membangun Armada Laut
Yang kuat bagi Mataram

Oleh Ki Agus S. Soerono
———————————————————————————
Demikianlah mereka berbincang mengenai berbagai hal yang menyangkut keluarga mereka. Ki Gde Menoreh menanyakan tentang cucunya Swantara, yang tentunya sedang lucu-lucunya.
“Ayah Demang menjadi kewalahan mengatasi anak kecil itu,” kata Swandaru. “Anak itu suka berlari ke sana kemari dan memanjat semua pepohonan yang ada di halaman rumah.”
Ki Gde Menoreh mengerutkan keningnya.
“Bukankah Swantara belum berumur empat tahun?” tanyanya.
“Belum ayah. Tetapi ia sudah lincah sekali bermain ke sana kemari. Ada saja gagasannya yang lucu-lucu membuat semua orang tersenyum, bahkan tertawa lebar,” kata Swandaru.

Lihat selengkapnya di matarambinangkit.com

6 Komentar (+add yours?)

  1. Ahmad Zaini
    Nov 02, 2010 @ 07:09:24

    Ki Agus yth, sejak juli s/d november lumayan lama tenggang waktunya. Apa ada sesuatu yg menghambat Ki Agus dalam menulis kisah selanjutnya? Saya doakan Semoga bisa dilanjutkan ya Ki. Matur nuwun sanget. Ahmad Zaini

    Balas

  2. Kulonuwun dulur?
    Nov 14, 2010 @ 06:12:20

    Balas

  3. admadi
    Des 29, 2010 @ 14:49:47

    Tolong di lanjut Ki Agus….pembaca setia senantiasa menunggu…..semoga Ki Agus di senantiasa di beri kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkannya….amin…

    Balas

  4. Rangga
    Mar 30, 2011 @ 05:13:24

    Ayoo Ki Agus……ditunggu nih kelanjutannya buku jilid 403-nya.
    Kapan ya di wedarnya…tks. Ditunggu dengan sangat sangat banget…..

    salam hangat
    Rangga

    Balas

  5. adbmlanjutan
    Apr 03, 2011 @ 03:32:00

    Rekan-rekan semua…

    Saya sudah mohon izin bulan November 2010 kepada putra tertua Ki SH Mintardja, untuk melanjutkan cerita ADBM. Saya sudah membuat dummy ADBM jilid 397 dan saya serahkan kepada beliau. Namun beliau tidak berkenan dan dummy adbm 397 tersebut baru pekan lalu (26 Maret 2011) dikembalikan kepada saya.
    Jadi untuk sementara cerita lanjutan ADBM saya pending dulu.
    Kalau para warga gandok ingin saya tetap berkarya (menulis), silakan para sederek membeli buku saya berjudul Mataram Binangkit atau memberi donasi dengan masuk ke matarambinangkit.com.
    Semoga dengan adanya Mataram Binangkit Jilid 1, yang Insya Allah akan saya lanjutkan dengan jilid-jilid berikutnya, rasa sakaw (sakit karena engkaw?)bisa sedikit terobati.

    Salam,

    Agus S. Soerono

    Balas

  6. ahmad samsul maarif
    Jun 13, 2011 @ 17:53:37

    Subhanalloh……………
    begitu indah alur ceritanya, menyentuh sejarah nenek moyangku. terima kasih.

    R. Ahmad Samsul Ma’arif

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: